Bincang Hangat Komite dan Kepsek Baru TK-SDKB

Kulanuwun, itulah yang disampaikan E. Sulistya Asmara, S.Pd. (kepala sekolah baru) ketika mengawali sambutannya saat rapat komite dengan komunitas TK-SDK Bonoharjo (23/7) petang. Rapat yang berlangsung di ruang kelas 1 dan 2 ini berlangsung hangat dan diikuti pula oleh para guru. Selain bercerita tentang pengalaman di tempat kerja sebelumnya (SDK Nanggulan), kepala sekolah juga menyampaikan kebijakan tetap 6 hari sekolah, rencana kegiatan sekolah tahun ajaran 2017-2018, dan berbagai harapan proses pendidikan di Bonoharjo. Banyak kegiatan untuk memupuk iman anak yang telah diagendakan, diantaranya adalah misa awal tahun ajaran, membaca kitab suci setiap kelas, kegiatan adven, natalan dan paskahan bersama, rekoleksi, ziarah, doa rosario, dan lain-lain.

Suasana bincang-bincang Kepsek SDKB dengan guru dan komite (dok. Suyono)

Disampaikan pula bahwa pada tahun ajaran baru ini murid Playgroup St. Theresia Lisieux berjumlah 16 anak (masih ada 1 anak yang kemungkinan akan mendaftar lagi). Pada jenjang TK terdapat 35 anak dan SD sebanyak 89 anak. Mengenai jumlah tersebut, Sulistya yang juga seorang penulis Buku Bahasa Jawa SD (Ayo Sinau Basa lan Budaya Jawa), menargetkan bahwa ke depan jumlah murid SDKB harus bisa melebihi 100 anak.

Komite juga berharap agar berbagai pengalaman kepala sekolah dari tempat kerja sebelumnya, misalnya di bidang kebudayaan/kerawitan, bisa diterapkan di SDKB. Penajaman programasi visioner dan transparasi manajemen sekolah perlu selalu dibangun. Semoga Stasi Bonoharjo makin menjadi pusat pendidikan yang unggul dan terpercaya!

Pisah Sambut Kepala SD Kanisius Bonoharjo

Foto bersama guru TK-SDK Bonoharjo dengan Bu Endah (enam dari kiri) dan Pak Sulis (tujuh dari kiri)

Jumat (14/7) pukul 10.00 di SDK Bonoharjo dilaksanakan acara serah terima jabatan dilanjutkan pisah sambut Kepala SDK Bonoharjo. Berdasarkan SK Yayasan Kanisius, mulai 1 Juli 2017, Kepala Sekolah Th. Endah Ngestining Rahayu, S.Pd. secara resmi dipindahtugaskan ke SD Kanisius Gamping, Sleman. Sebagai penggantinya adalah Emmauel Sulistya Asmara, S.Pd. Sebelumnya, Pak Sulis-lulusan PGSD Universitas Sanata Dharma, menjabat sebagai Kepala SD Kanisius Nanggulan, Kulon Progo.

 

Terima kasih Bu Endah atas kerja kerasnya membangun Bonoharjo melalui pendidikan selama ini.

Selamat datang Pak Sulis dan mari bersama-sama mencetak generasi gereja yang beriman, cakap, berhati nurani benar, dan berbela rasa. AMDG

 

 

Untungnya Sekolah di Kanisius

    Enam Imam Baru (dok.tahbisan.id/sj2017)

Hari ini (13/07/2017) di Gereja St Antonius Padua Kotabaru , Yogyakarta diadakan tahbisan 6 imam baru Serikat Jesus (SJ). Mereka adalah Diakon A. Dhimas Hardjuna, SJ., F. Tuhu Jati Setya Adi, SJ., G. Hadian Panamokta, SJ., St. Advent Novianto, SJ., Th. Septi Widhiyudana, SJ., dan Th. Surya Awangga Budiono, SJ. Misa yang berlangsung dari pukul 9.00-11.45 ini dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan didampingi oleh Kardinal Mgr. Julius Darmaatmadja, SJ., Arturo Marcelino Sosa Abascal, SJ. (Pater Jenderal/Pimpinan Tertinggi Serikat Jesus dari Roma ), P. Sunu Hardiyanta, SJ. (Provinsial/Pimpinan Serikat Jesus Indonesia), dan A. Sugijopranoto, SJ. (Rektor Kolese St. Antonius Kotabaru).

Koor misa tahbisan oleh murid SD Kanisius Yayasan Kanisius Yogyakarta (dok. tahbisan.id/sj2017)

Ada yang menarik dari perayaan syukur tersebut. Petugas koor dilaksanakan oleh siswa-siswi dari SD Kanisius yang berada dalam naungan Yayasan Kanisius Yogyakarta. Ini adalah kali pertama koor tahbisan, yang bisanya dimotori oleh kelompok koor ternama beranggotakan pakar bernyanyi orang-orang dewasa, dijalankan oleh anak-anak sekolah dasar. Puluhan lagu bernuansa keroncong, pop, dan gerejawi dinyanyikan dengan antusias dan luar biasa selama misa yang berlangsung hampir 3 jam tersebut.

Romo Hadian Panamokta, SJ., dalam kata sambutannya mewakili para imam baru, menyampaikan bahwa petugas koor sengaja diambil dari siswa-siswi sekolah dasar dengan harapan ada 1, 2, 3 orang, atau seterusnya yang kelak akan tertarik dan terganggil menjadi suster, bruder, atau romo. Sebuah peristiwa yang sangat membahagiakan. Bukan saja bagi para keluarga tertahbis, melainkan juga bagi para orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah kanisius.

Trans Kanisius “baru” siap melayani (dok. Romo Santo)

Kabar gembira juga diperoleh dari Gereja Bonoharjo. Kemarin (12/07/2017) telah hadir mobil Trans Kanisius menggantikan mobil lama dan renta yang mesinnya kerap ngadat. Mobil berwarna putih ini melayani antarjemput siswa yang bersekolah di Playgroup St Theresia Lisieux, TK Maria Mater Dei, SDK Bonoharjo dan Milir, serta SMP Kanisius Wates. Dewan Stasi berharap dengan hadirnya mobil Trans Kanisius dapat meningkatkan pelayanan gereja kepada orang tua murid. Paling tidak, biaya transportasi murid menjadi lebih ringan. Biaya pendidikan di sekolah katolik, terlebih biaya transportasi ke sekolah, jangan sampai menjadi alasan pembenar untuk tidak menjadikan anak-anak kita beriman tangguh dan mendalam. Semoga….

PPDB 2017 Playgroup, TK, SDK Bonoharjo dan Milir

Kita tentu ingat pada saat mengikrarkan janji perkawinan di depan altar. Salah satu kalimat yang terucap adalah kesediaan kita mendidik secara katolik anak-anak yang dipercayakan dan diberikan Tuhan kepada kita. Permasalahanya, apakah selama ini kita sudah mendidik katolisitas mereka secara optimal dan sungguh-sungguh?

Para murid saat mengikuti ekaristi di gereja (sumber: sdkbonoharjo.blogspot.com)

Lembaga pendidikan katolik yang ada di Stasi Bonoharjo sanggup membantu mewujudkan janji kita tersebut. Bonoharjo memiliki sekolah jenjang usia 2 tahun di Playgroup St Theresia Lisieux dengan biaya pendidikan GRATIS. Jenjang selanjutnya adalah TK Maria Mater Dei Bonoharjo dan Milir, serta SD Kanisius Bonoharjo dan Milir. Selain perihal katolisitas, sekolah-sekolah tersebut juga mengunggulkan pendidikan karakter.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah dimulai dari tanggl 4 Juli 2017 di masing-masing sekolah pada jam kerja. Selamat memilih sekolah bagi generasi masa depan gereja!

Brosur PPDB SDKB

Penyerahan Kembali Murid Kelas VI SD Kanisius Bonoharjo

“Berjuang Meraih Bintang” menjadi tema dalam acara penyerahan kembali siswa-siswi SD Kanisius Bonoharjo kepada orang tua. Acara yang digelar pada 16 Juni 2017 sore-malam tersebut, diserahkan kembali sebanyak 8 orang murid kelas VI. Selain itu, diluluskan pula 15 murid TK Maria Mater Dei, dari sekitar 50 murid yang ada di TK dan Palygroup St Theresia Lisieux Bonoharjo. Para murid dibawah pengasuhan para guru hebat SDKB, Pak Edi, dan Pak Samijo, serta didukung para orang tua telah mampu menghasilkan lulusan yang hebat pula. Ranking sekolah dari 16 mampu terdongkrak menjadi peringkat 12 se-UPTD Sentolo di tahun ini.

Ke depan, prestasi murid SDKB tentu akan semakin luar biasa. Berbagai kejuaran lomba seni dan olah raga telah diraih para murid di tahun ajaran 2016/2017. Fasilitas ruang perpustakaan yang makin representatif akan membangun literasi peserta didik. Pengadaan wifi gratis dan ruang komputer pun diharapkan mampu mendukung wawasan global peserta didik melalui kemampuan berselancar di laman internet.

Acara ini dimeriahkan oleh berbagai tampilan dari murid playgroup, TK A dan B, serta perwakilan tiap kelas. Acara semakin meriah ketika Romo Wicak beserta semua murid, sebagian guru dan orang tua berjoget gembira melalui sajian Pinguin Dance yang dibawakan oleh Paska beserta teman-teman kelas V. Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Desa Demangrejo, Kepala Dusun Kenteng, Ketua Dewan Stasi Bonoharjo, dan Komite Sekolah ini diakhiri pukul 20.00 dengan penuh rasa syukur.

Proses pendidikan ini belumlah berakhir, karena inilah titik awal perjuangan meraih bintang. Viva SDKB, viva pendidikan di Bonoharjo!

Playgroup St Theresia Lisieux Bonoharjo

 

GEREJA MENDATANG?

 

St Theresia Lisieux

Jika kita bicara tentang ilmu hayat, maka pendidikan usia dini menjadi sangat penting manakala disitulah “golden age” berada. Di situlah myelin dan koneksi neuron terintegrasi. Miliaran saraf yang terkoneksi, semakin banyak koneksi berarti seseorang makin cerdas, akan dimulai pada usia 2-8 tahun. Frontal lobe otak yang menentukan karakter seseorang juga mulai dibangun pada usia ini. Maka pada usia inilah pendidikan menjadi sangat berharga.

Melihat perspektif ke depan mengenai gereja kita 25 tahun (atau ratusan tahun) mendatang; jika pada masa emas pertumbuhan anak tidak terbekali dan terdasari dengan keindahan katolisitas, maka jangan kaget jika saat ini kita melihat ratusan anak antri “komuni bathuk”, kelak hanya segelintir anak yang melakukannya. Jangan jengah jika saat ini gereja kita sudah tidak muat karena berjejalnya umat, kelak hanya seperempat tempat duduk yang terisi. Continue reading “Playgroup St Theresia Lisieux Bonoharjo”