Misa Bersama Romo Okta

 

Minggu (6/8), bertepatan dengan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya, misa di Gereja Stasi Bonoharjo terasa istimewa. Saat itu misa dipimpin oleh Romo Yohanes Wicaksono Pr dan Romo Gerardus Hadian Panamokta SJ (biasa dipanggil Romo Okta). Romo Okta adalah salah satu dari enam neomis (iman baru) Jesuit yang ditahbiskan pada Kamis (13/7) di Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru. Beliau telah menerima tahbisan imamat dari tangan Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, yang pada akhir Juni lalu baru saja menerima pallium dari Bapa Suci di Vatikan. Setelah ditahbiskan, Romo Okta menerima penugasan di SMA Gonzaga Jakarta (KAJ).

Romo Okta memiliki latar belakang sejarah Bonoharjo, ayahnya Yohanes Kayat berasal dari Lingkungan Basilius, Wilayah Kedungsari II. Yohanes Kayat merupakan alumni dari sekolah-sekolah kristiani: SD Kanisius Milir, SMP Kanisius  Wates, dan SMEA BOPKRI Wates. Dalam rangka mencari pekerjaan, Yohanes Kayat muda merantau di Jakarta sejak tahun 80-an. Romo Okta lahir dan besar di Jakarta.

Dalam kotbahnya, Romo Okta mengenang masa kecilnya dalam keluarga. Ketika ada kegiatan keluar rumah, Romo Okta selalu menerima komuni bathuk dari kedua orangtuanya. Sebuah tradisi yang tampaknya sepele, ternyata memiliki makna yang dalam. Ketika menerima komuni bathuk dari orangtua, berarti orangtua itu memberi restu dan doa atas segala aktivitas yang dilakukan. Romo Okta berharap tradisi komuni bathuk ini dapat dilakukan juga oleh keluarga-keluarga di Gereja Stasi Bonoharjo.

Romo Okta juga menjelaskan arti nama dirinya yang tergolong unik. Nama lengkapnya memiliki makna yang dalam dari sisi iman. Diceritakan, orangtuanya menikah pada usia yang sudah tidak tergolong muda. Akibatnya, kedua orangtuanya pesimis memperoleh anugerah anak. Akan tetapi, Allah sungguh baik: mereka diberi anugerah dua anak. Nama Hadian merupakan singkatan dari “hadiah dari Tuhan”, sedangkan Panamokta juga singkatan dari “delapan enam oktober” (untuk mengingat tanggal lahir).

Setelah misa berakhir, dilanjutkan dengan pesta umat di halaman SDK Bonoharjo. Umat yang hadir menikmati sopi yang disediakan gratis oleh Dewan Stasi. Romo Okta, selamat berkarya. Terima kasih atas homilinya yang inspiratif. Tuhan Memberkati!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s