AYD 2017

dsc_3929

dsc_3924

dsc_3893

dsc_3829

dsc_3885

KIRAB SALIB PRA ASIAN YOUTH DAY 2017 DI PAROKI WATES

Asian Youth Day (AYD) 2017 merupakan acara rutin yang diselenggarakan secara periodik setiap tiga tahun sekali. Tujuan kegiatan AYD adalah mempersatukan kaum muda Katolik agar bersatu padu membangun gereja, karena kaum muda adalah calon penerus dan pengurus gereja. Pada 2017 pertemuan kaum muda Katolik se-Asia akan  diselenggarakan di Indonesia. Yogyakarta sebagai kota budaya akan menjadi tuan rumah acara anak muda tersebut. Kegiatan yang melibatkan kaum muda Katolik dari 29 negara ini akan diselenggarakan pada bulan Juli-Agustus mendatang.  Dalam rangka menyambut  AYD 2017,  terdapat sejumlah rangkaian acara pra-AYD.  Salah satu di antaranya adalah Kirab Salib AYD yang diarak dari gereja ke gereja. Sebelum sampai di Indonesia, Salib AYD sudah berkeliling ke sejumlah negara ASEAN. Kini, Salib AYD memasuki Keuskupan Agung Semarang.

Beberapa persiapan menyambut Salib AYD di antaranya adalah menghias dekorasi gereja supaya tampak  indah. Panitia, dalam hal ini OMK Santo Paulus Paroki Wates, menyadari bahwa kirab salib adalah momen langka karena tidak terjadi  setiap tahun. Panitia juga membuat properti serta membuat dekorasi gereja dengan bahan yang sebagian besar dibuat dari bambu. Mengapa bambu? Alasannya, bambu mudah diperoleh dan lebih menunjukkan kesan tradisional.  Perlu diketahui, Salib AYD  dibuat dari bambu yang berasal dari Filipina.

Pada 20 Januari 2017 Salib AYD sudah sampai di Gereja Maria Mater Dei Bonoharjo,  Paroki Wates. Sebelumnya, salib diarak dari Kapel Sentolo, Paroki Sedayu. Untuk menyambut  Salib AYD, berbagai persiapan telah dilakukan oleh OMK Santo Paulus Paroki Wates. Setelah singgah di Bonoharjo, salib akan diarak menuju Gereja Wates, kemudian Gereja Temon, dan terakhir  ke Gereja Kokap. Setelah itu, salib akan kembali ke Gereja Wates untuk melanjutkan perjalanan menuju Paroki Nanggulan.

Acara penerimaan salib di Gereja Bonoharjo berjalan dengan lancar. Salib AYD tiba di Gereja Bonoharjo sekitar pukul 17.30 WIB, diterima oleh Petrus Surjiyanto selaku Ketua Dewan Paroki Wates. Selanjutnya, salib diserahkan dan diberkati oleh Romo Paulus Susanto, Pr selaku romo Paroki Wates. Stasi Bonoharjo dipilih sebagai tempat penerima Salib AYD karena stasi ini akan menjadi tuan rumah Festival Kesenian Tradisional (FKT) 2017.  Secara kebetulan pelaksanaan  FKT ini bertepatan dengan rangkaian acara AYD.  Pada kegiatan FKT 2017 diharapkan  para kaum muda Katolik dari berbagai negara hadir dan menyaksikan berbagai kesenian tradisional dari OMK Rayon Kulon Progo.

 

                                                Ricky Aditya Pradana,

                                                 OMK Stasi Bonoharjo

Advertisements