Cinta Masyarakat untuk Romo Yatno

Ribuan umat memadati Kapel di Seminari Tinggi St Paulus Kentungan, Yogyakarta untuk berdoa bersama dalam Misa Requiem Romo Yoseph Suyatno Hadiatmojo, Pr., pada Kamis (6/7). Beberapa tenda tambahan di samping kapel tidak mampu menampung rasa cinta umat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Romo Yatno. Umat dengan rela duduk di atas rumput halaman tengah seminari di bawah terik sinar matahari.

         Umat memenuhi kompleks seminari

Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr. memimpin misa tersebut didampingi Mgr. Pius Riana Prapdi (Uskup Keuskupan Ketapang) dan beberapa Romo Praja sebagai konselebran. Dalam doanya, Mgr. Rubiyatmoko mengenang Romo Yatno sebagai pribadi yang penuh rasa kemanusiaan, terlebih kepada orang yang lemah. Pendeta Bambang Subagya, S.Th. dari GKJ Ambarrukma sekaligus salah seorang penggagas FPUB (Forum Persaudaraan Umat Beriman) menilai sosok Romo Yatno sebagai Imitatio Christi (menyerupai Kristus). Yesus yang selalu peduli kepada orang lemah dan tersingkir diteladani sungguh-sungguh oleh beliau. “Saya tidak berduka atau bersedih karena saat ini Romo Yatno telah bahagia berpulang ke Rumah Bapa yang kekal”, lanjut Pdt. Bambang.

             Doa di FPUB                      (dok. Gembong)

Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr., mewakili Unio (forum paguyuban imam-imam diosesan/praja), menyebut Romo Yatno sebagai pribadi yang punya komitmen dalam melayani sesama. Bahkan Romo Yatno sejak Agustus 2016 telah mendapat izin dari Uskup Agung Semarang untuk tidak melayani umat di sebuah paroki, melainkan langsung melayani masyarakat di lereng Merapi, berkecimpung di bidang sosial, dan membangun pluralisme melalui FPUB. “Romo Yatno sudah seperti sosok Romo Mangun”, kenang Romo Santo.

Turut hadir Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Kapolda DIY, Danrem 072 Pamungkas, dan beberapa pejabat pemerintahan lainnya. Puluhan biarawan, biarawati, para Romo Praja, Jesuit, MSF, SCJ, dan berbagai ordo lain turut larut dalam kesakralan ekaristi tersebut. Dalam karangan bunga tampak ucapan duka cita dari keluarga mantan Presiden RI ke-4 Gus Dur dan juga Jaringan Gusdurian.

Semoga ke depan akan muncul banyak lagi pribadi seperti sosok Romo Yatno yang selalu kita kenang sebagai pribadi penuh kepedulian kepada sesama yang lemah, miskin, tersingkir, dan difabel; tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun adat istiadatnya. AMDG

Romo Yatno tidak hanya dicintai umat katolik saja, tapi juga umat berbagai agama

 

In Memoriam Romo Yatno

http://www.sesawi.net/2017/07/05/in-memoriam-romo-y-suyatno-ha-1diatmojo-pr-senyum-mengembang-sebelum-masuk-kamar-operasi/

http://www.sesawi.net/2017/07/05/in-memoriam-romo-yosep-suyatno-pr-pejuang-lintas-iman-dan-kemanusiaan-di-lereng-gunung-merapi-2

http://www.sesawi.net/2017/07/05/in-memoriam-romo-yosep-suyatno-pr-catatan-menjelang-tahbisan-imam-tahun-1989-3/

https://kompas.id/baca/dikbud/2017/07/06/pastor-yatno-hingga-akhir-hayat-membantu-orang-kecil/

http://www.solopos.com/2017/07/05/kabar-duka-romo-yosep-suyatno-pionir-kerukunan-dan-kemanusiaan-wafat-831121

https://seword.com/spiritual/selamat-jalan-romo-yatno-pejuang-kemanusiaan-dan-lintas-iman/

https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20170706/281822873825659

http://id.beritasatu.com/home/selamat-jalan-para-pejuang-kerukunan-dan-kemanusiaan/162216

http://www.hidupkatolik.com/2017/07/05/9274/selamat-jalan-pejuang-kerukunan-dan-kemanusiaan/

http://www.pertama.id/mengenang-romo-rusgiharto-dan-suyatno/

 

Advertisements

PPDB 2017 Playgroup, TK, SDK Bonoharjo dan Milir

Kita tentu ingat pada saat mengikrarkan janji perkawinan di depan altar. Salah satu kalimat yang terucap adalah kesediaan kita mendidik secara katolik anak-anak yang dipercayakan dan diberikan Tuhan kepada kita. Permasalahanya, apakah selama ini kita sudah mendidik katolisitas mereka secara optimal dan sungguh-sungguh?

Para murid saat mengikuti ekaristi di gereja (sumber: sdkbonoharjo.blogspot.com)

Lembaga pendidikan katolik yang ada di Stasi Bonoharjo sanggup membantu mewujudkan janji kita tersebut. Bonoharjo memiliki sekolah jenjang usia 2 tahun di Playgroup St Theresia Lisieux dengan biaya pendidikan GRATIS. Jenjang selanjutnya adalah TK Maria Mater Dei Bonoharjo dan Milir, serta SD Kanisius Bonoharjo dan Milir. Selain perihal katolisitas, sekolah-sekolah tersebut juga mengunggulkan pendidikan karakter.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah dimulai dari tanggl 4 Juli 2017 di masing-masing sekolah pada jam kerja. Selamat memilih sekolah bagi generasi masa depan gereja!

Brosur PPDB SDKB

Audiensi Panitia FKT 2017 dengan Kades Demangrejo

Kades Demangrejo saat menerima Panitia FKT 2017 di Kantor Kepala Desa

Panitia FKT (Festival Kesenian Tradisonal) 2017 OMK Stasi Bonoharjo adakan audensi dengan jajaran Pemerintah Desa Demangrejo yang diterima oleh Kepala Desa Demangrejo, Bapak Gunawan Selasa (4/7). Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Dewan Stasi Bapak Agapitus Slamet, panitia mamaparkan rencana kegiatan yang akan berlangsung pada Jumat (4/8) mendatang di Lapangan Demangrejo. Audensi berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Mendengar pemaparan dari panitia, Kepala Desa sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh event budaya ini.

Foto Festival Kesenian Tradisional OMK Rayon Kulon Progo.

Kepala Desa juga berharap agar acara ini dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib. FKT ke-9 yang diikuti oleh OMK Kulon Progo plus ini mengambil tema “Suka Pari Suka Krana Paring Dalem Kang Manekawarna.” (@Budi M)

Stasi Bonoharjo Adakan Pelatihan Jurnalistik

Z.Bambang Darmadi memberikan Pelatihan Jurnalistik

Stasi Bonoharjo mengadakan “Pelatihan Jurnalistik: Menulis Berita dan Release” pada hari Minggu (2/7). Pelatihan ini bertempat di SD Kanisius Bonoharjo dengan nara sumber Drs. Z. Bambang Darmadi, M.M. Beliau adalah seorang penulis dan dosen ASMI SANTA MARIA Yogyakarta. Antusiasme Umat Stasi Bonoharjo ini terlihat dari banyaknya peserta yang terlibat dalam kegiatan yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari OMK, guru SD, dosen, sampai umat yang sudah lanjut usia. Continue reading “Stasi Bonoharjo Adakan Pelatihan Jurnalistik”

RIP: Sugeng Tindak Romo Penegak Pluralisme

Romo Yoseph Suyatno Hadiatmojo, Pr

“Kata mereka, saya ini dianggap mampu memersatukan masyarakat lintas iman dalam kerja kemanusiaan lingkungan hidup dalam koridor lintas agama,” tambah dia.

Nah, lanjutnya kemudian, “Minggu malam 26 Juni 2011 lalu, saya ajak enam relawan kemanusiaan yang belum pernah masuk ke hotel,” katanya membuka omongan lagi.

“Bukan soal award-nya, tetapi biarlah mereka melihat dunia yang sangat berbeda dalam kehidupan harian mereka. Karena menurut pemikiran saya, para relawan itulah yang layak mendapatkan award. Sebab merekalah yang berkerja mati-matian sejak 24 April 2006 sampai sekarang. Sedangkan saya sebenarnya hanya KTT (Ketua Tudang Tuding) saja,” selorohnya. Continue reading “RIP: Sugeng Tindak Romo Penegak Pluralisme”

Indahnya Keberagaman dalam Kebersamaan

Di lapangan Demangrejo

Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa relasi antarumat beragama di wilayah Demangrejo dan sekitarnya terjalin dengan harmonis. Hari ini (25/06/2017) umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Sholat Ied pun dilakukan di berbagai tempat. Sebagai anak bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, umat Katolik di Stasi Bonoharjo ikut larut dalam rasa syukur dan kegembiraan umat Muslim tersebut.

 

Romo dan Dewan Stasi Bonoharjo mengubah waktu perayaan ekaristi yang biasa dilakukan pada Hari Minggu pukul 06.30 menjadi Hari Sabtu pukul 18.00. Hal ini dilakukan agar umat, melalui Paguyuban Parkir, dapat membantu keamanan parkir dan suksesnya kegiatan Sholat Ied yang dilaksanakan di wilayah Bonoharjo.

Di Jalan Kenteng-Brosot (timur lapangan Demangrejo)

 

Tim Paguyuban Parkir membantu pengaturan dan penjagaan kendaraan umat Muslim yang melaksanakan Sholat Ied di tiga lokasi, yaitu lapangan Demangrejo, Kedungsari, dan Sukoreno. Ada sekitar 20 petugas parkir di masing-masing lokasi.

 

Sebelumnya, persaudaraan ini telah dibangun melalui peran Karang Taruna beberapa Dusun di Desa Demangrejo yang membantu parkir kendaraan umat Katolik saat mengikuti perayaan Ekaristi Pekan Suci 2017 di Gereja Maria Mater Dei Bonoharjo.

 

Di lapangan Kedungsari

Akhirnya, umat Stasi Bonoharjo & redaktur Warta Maria Mater Dei menghaturkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H bagi saudari dan saudaraku umat Muslim, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga persaudaraan kita ini semakin erat dan harmonis sehingga ikut andil dalam menumbuhkan kedamaian bagi bangsa dan semesta.

Penyerahan Kembali Murid Kelas VI SD Kanisius Bonoharjo

“Berjuang Meraih Bintang” menjadi tema dalam acara penyerahan kembali siswa-siswi SD Kanisius Bonoharjo kepada orang tua. Acara yang digelar pada 16 Juni 2017 sore-malam tersebut, diserahkan kembali sebanyak 8 orang murid kelas VI. Selain itu, diluluskan pula 15 murid TK Maria Mater Dei, dari sekitar 50 murid yang ada di TK dan Palygroup St Theresia Lisieux Bonoharjo. Para murid dibawah pengasuhan para guru hebat SDKB, Pak Edi, dan Pak Samijo, serta didukung para orang tua telah mampu menghasilkan lulusan yang hebat pula. Ranking sekolah dari 16 mampu terdongkrak menjadi peringkat 12 se-UPTD Sentolo di tahun ini.

Ke depan, prestasi murid SDKB tentu akan semakin luar biasa. Berbagai kejuaran lomba seni dan olah raga telah diraih para murid di tahun ajaran 2016/2017. Fasilitas ruang perpustakaan yang makin representatif akan membangun literasi peserta didik. Pengadaan wifi gratis dan ruang komputer pun diharapkan mampu mendukung wawasan global peserta didik melalui kemampuan berselancar di laman internet.

Acara ini dimeriahkan oleh berbagai tampilan dari murid playgroup, TK A dan B, serta perwakilan tiap kelas. Acara semakin meriah ketika Romo Wicak beserta semua murid, sebagian guru dan orang tua berjoget gembira melalui sajian Pinguin Dance yang dibawakan oleh Paska beserta teman-teman kelas V. Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Desa Demangrejo, Kepala Dusun Kenteng, Ketua Dewan Stasi Bonoharjo, dan Komite Sekolah ini diakhiri pukul 20.00 dengan penuh rasa syukur.

Proses pendidikan ini belumlah berakhir, karena inilah titik awal perjuangan meraih bintang. Viva SDKB, viva pendidikan di Bonoharjo!