FKT Go Internasional

FKT (Festival Kesenian Tradisional) OMK Rayon Kulon Progo plus akan segera digelar di Bonoharjo (4/8). Kegiatan tahunan yang dimulai sejak tahun 2009 ini merupakan wadah kegiatan orang muda yang peduli dan berkehendak nguri-uri tradisi melalui seni budaya. FKT kali ini dilaksanakan di Lapangan Demangrejo (700 m selatan Gereja Maria Mater Dei Bonoharjo).

Gladi para penampil FKT dari Bonoharjo yang dilatih oleh Mbak Tia dari Sanggar Tari Timbang Dolan

Ada yang berbeda dari FKT ke-9 ini. FKT kali ini bersamaan dengan kegiatan AYD (Asian Youth Day) yang diselenggarakan di Yogyakarta (Days in AYD’s Venue) pada 30 Juli-6 Agustus 2017. AYD ke-7 ini mengusung tema “Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia.” Hari orang muda asia ini merupakan wadah perjumpaan orang muda Katolik se-Asia yang diselenggarakan tiap tiga tahunan. Acara ini dihadiri kurang lebih seribu sampai tiga ribu OMK perwakilan dari berbagai negara di Asia. Akan hadir pula sekitar 52 Uskup dan 53 kelompok eksposure (kegiatan peserta untuk melihat langsung pengalaman iman umat).

FKT di Bonoharjo akan dihadiri oleh beberapa peserta AYD, diantaranya adalah empat orang Uskup dan lima kelompok eksposure. Menurut salah satu panitia AYD, CB Prasetyo, keempat Uskup tersebut adalah Mgr. Martinus Dogma Situmorang, O.F.M. Cap. (Keuskupan Sufragan Padang, Sumatera Barat), Mgr. Edmund Woga, C.Ss.R. (Keuskupan Sufragan Weetebula, Nusa Tenggara Timur), Mgr. Lawrence Subrota Howlader, C.S.C. (Keuskupan Barisal, Bangladesh), dan Mgr. Buenaventura Malayo Famadico, D.D. (Keuskupan San Pablo, Filipina).

Timbunan tanah uruk di Lapangan Demangrejo

Gayung pun bersambut.  Sejak awal, Pemerintah Desa Demangrejo menyambut baik acara budaya tersebut. Program desa, pengurukan lapangan Demangrejo, sinergi dengan kebutuhan FKT. Kondisi permukaan lapangan desa yang biasa berlubang-lubang saat kemarau, akan segera diuruk rata. “Sebelum awal bulan depan, sudah akan ada 150 rit tanah uruk”, kata Eko Prasetyo, salah satu yang mendapat tender pengurukan tersebut. Menurut L. Budi Maryanto, Kepala Urusan Perencanaan dan Keuangan Desa Demangrejo, anggaran yang dikucurkan untuk pengurukan sebesar Rp52.867.000 (termasuk sewa alat berat). Biaya tersebut berasal dari APBDes Demangrejo tahun anggaran 2017 dengan sumber dana Alokasi Dana Desa (ADD).

 

Catatan istilah Keuskupan Sufragan

Suatu keuskupan agung juga disebut tahta metropolit atau keuskupan “pemimpin” dari suatu propinsi gerejawi. Sebagai contoh, Keuskupan Agung Semarang adalah tahta metropolit dari Propinsi Semarang, yang meliputi Keuskupan Agung Semarang sendiri dan keuskupan-keuskupan sufragan: Surabaya, Malang, dan Purwokerto. (Istilah sufragan menunjuk pada keuskupan-keuskupan dari suatu propinsi gerejawi di bawah kepemimpinan Keuskupan Agung). Tujuan dari dibentuknya suatu propinsi gerejawi yang demikian adalah untuk memupuk kerjasama dan usaha pastoral bersama di wilayah (Kitab Hukum Kanonik, No 434). (Sumber: http://www.indocell.net)
     Keuskupan Padang adalah keuskupan sufragan pada Provinsi Gerejani Keuskupan Agung Medan
     Keuskupan Weetebula adalah keuskupan sufragan pada Provinsi Gerejani Keuskupan Agung Kupang 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s